Senin, 31 Juli 2017

TIPS - Cara Membuat Tape Ketan

Kontributor : Muhammad Fadhil Amrulloh
Kelas           : 3 SPI
IAIN PURWOKERTO

Cara Membuat Tape Ketan

Tape Ketan Hijau
            Tape adalah makanan hasil fermentasi dari mikroba, terutama kapang dan ragi. Rasa manis dari tape dipengaruhi oleh kadar gula dari tapenya sendiri. Dalam proses fermentasi itu pati akan diubah menjadi gula oleh kapang  jenis Chlamydomucor dan oleh ragi Saccharomyces Cerevisiae gula diubah menjadi alkohol.
            Rasa asam pada tape dapat timbul karena perlakuan-perlakuan (proses) yang kurang teliti, seperti penambahan ragi yang berlebihan dan penutupan yang kurang rapat pada saat fermentasi. Selain itu rasa asam pada tape dapat terjadi bila fermentasi berlangsung terlalu lanjut.
            Ragi tape sangat diperlukan dalam pembuatan tape tersebut. Ragi tape yang sudah rusak tidak baik digunakan dalam proses pembuatan tape, sebab itu harus dipilih ragi yang masih baik.       
            Dalam fermentasi tape ketan terlibat beberapa mikro organisme yang disebut dengan mikrobia perombak pati menjadi gula yang menjadikan tape pada awal fermentasi terasa manis yang menyebabkan tape ketan berubah menjadi alkohol karena adanya bakteri actobakter aceti (mengubah alkohol menjadi asamasetat). Adapun beberapa faktor yang menyebabkan pembuatan tape ketan ini dapat berlangsung tidak sempurna salah satu  penyebabnya adalah peralatan yang kurang higienis dan ragi yang sudah lama (sudah kadaluarsa).dan dapat disebabkan juga oleh pencucian beras ketan yang tidak bersih sehingga fermentasi tdak sempurna.

Pembuatan tape ini berlangsung selama dua sampai tiga hari, dalam kurun tiga hari itu tape masih bisa masih bisa dimakan karena tape belum berubah menjadi alcohol, tapi jika tape sudah lebih dari tiga hari tape tidak bisa dimakan (dikonsumsi) karena sudah berubah menjadi alcohol selain itu juga tape tersebut sudah membusuk.

CARA KERJA

ALAT DAN BAHAN YANG DIGUNAKAN :
  • Alat :
1.  Pengukus nasi (langseng) 1 buah
2.  Panci atau baskom 1 buah
3.  Tampah 1 buah
4.  Entong (pengaduk)
5.  Kompor
6.  Alat bantu : daun pisang/ kantung plastik


  •  Bahan :
Tape ketan hijau yang dibungkus daun pisang, lezaaat!!
1.  500 gr beras ketan putih
2.  1 Lt air
3.  2 sdm pandan pasta
4.  400 ml air panas
5.  5 sdm gula pasir
6.  2-3 butir ragi tape, dihaluskan

 
  • Cara membuat :
1.         Cuci peralatan dengan bersih.
2.         Cuci beras ketan sampai benar-benar bersih
3.         Kemudian rendam beras ketan dengan 1 Lt air dan 2 sdm pandan pasta semalaman.
4.         Tiriskan beras lalu kukus sampe beruap banyak. Selanjutnya siram  dengan   400   ml air    
           
panas, kukus lagi selama 15 menit.
5.         Angkat ketan dari dandang kemudian diamkan hingga dingin di tampah.
6.         Ratakan ketan di dalam wadah, taburi setengah bagian ragi dan gula. Tutup dengan cara  
          
 membalikan ketan, taburi juga sisa ragi dan gula.
7.         Setelah itu bungkus ke dalam daun pisang, lalu letakkan di tempat yang hangat.
8.         Biarkan fermentasi selama 3 hari agar menjadi tape ketan.


Minggu, 30 Juli 2017

TIPS - Bedanya WISATA, REKREASI, PIKNIK dan Pengertian Istilah Kepariwisataan lainnya


Kontributor : Muhammad Fadhil Amrulloh
Kelas             : 3 SPI
IAIN PURWOKERTO
  

WISATA, REKREASI, PIKNIK dan Pengertian Istilah Kepariwisataan lainnya.

Kalian pasti sering mendengar kata pariwisata, rekreasi, piknik,dsb. Tapi taukah kalian, walau tampaknya sama, intinya ya bepergian ke tempat wisata. Tapi ternyata, dalam Geografi Pariwisata, ketiga kata itu memiliki makna yang berbeda dan kita sering salah dalam menggunakan kata2 tersebut. Kami juga akan memberikan pengertian kata-kata yg lain yang mungkin kalian belum pernah mendengarnya. Oleh karena itu. Selamat membaca! :D

1.   Wisata: bepergian bersama utk perluas pengetahuan. bersenang2, dsb.
2.   Rekreasi: Penyegaran kembali badan dan pikiran / sesuatu yg menyenangkan. Contoh: Hiburan.
3.   Piknik: Bepergian keluar kota utk bersenang2 dengan bawa bekal makanan.
4.   Outbond: Salah satu bentuk dari rekreasi.
5.   Leisure (Licere): Kebebasan melakukan hal yg kita mau secara relatif tanpa keterpaksaan.
6.   Trip: Perjalanan yg sudah terencana.
7.   Hotel: Salah 1 jenis akomodasi yang mempergunakan sebagian / semua bangunannya untuk sediakan jasa penginapan yg dikelola oleh komersial.
8.   Inn: Tempat yg sediakan penginapan, makan dan minum dan yang lainnya dgn jangka waktu terbatas.
9.   Youth Hostel: bangunan bagi pejalan kaki, penunggang sepeda sebagai tempat tinggal dan disediakan dgn harga yg murah.
10.   Losmen: Salah 1 jenis akomodasi yg berbentuk rumah utk sediakan penginapan dgn / tanpa makan minum.
11.   Lodge: Akomodasi di kawasan ekowisata yang seringkali di fasilitasi oleh penginapan sederhana dari kayu.
12.    Motel (Motor-Hotel) : Sejenis hotel yg sediakan kendaraan bermotor.
13.    Guest House: Penginapan yg melibadkan service makan-minum dengan fasilitas yg sederhana.
14.    Apartemen Hotel: Bangunan bercorak hotel yg terdiri dari beberapa apartement yg tdk sediakan jasa katering.
15.   Rumah penginapan (Fancion or Pension): Penginapan yg murah yg disediakan hanya 1 atau 2 lantai.
16.    Bungalow: Rumah di daerah pegunungan yg disewakan utk keluarga sebagai tempat istirahat selama liburan.
17.    Mess: Akomodasi yg disewakan utk karyawan/anggota atau pemain dr suatu instansi. Contoh: Mess pemain PSS SLEMAN.
18.   Hospiz: Suatu penginapan yg berada di Pegunungan Alpen.
19.   Schutzhutte: Suatu penginapan yg berada di Pegunungan Alpen utk melindungi diri dari serangan badai, angin, dsb.
20.    Cottage: penginapan di tepi sungai atau danau.
21.    Kurhotel: Hotel yg terletak di wilayah Wisata kesehatan. Pemandian ini fasilitas keunggulannya!
22.   Ryokan: Penginapan ala Jepang yg harus menganut adat Jepang.
23.   Minshuku: Mirip losmen berada di pesisir lingkungan nelayan Jepang.

Mungkin itu saja yang bisa kami berikan, bila ada kekhilafan, kami mohon maaf yang setulus2 nya... :D
=== MFA_1998 ===

KUMPULAN PUISI - Tangisan Seorang Teman - Ketegaran



Karya: Ari Septiani
Kelas: 3 TMA
IAIN PURWOKERTO 


Tangisan seorang teman


Pintu kamar terbuka lebar
Jendela penuh kain tergantung
Tikar terlihat sayup
Wanita kokoh merangkul pintu
Mendekat segerombolan teman
Kata kata mulai tercampur hangat
Tiba tiba bisikan setan menghampiri
Alunan nada menjerit kencang
Menusuk hati yang tedalam
Tertindas kata mulut
Mencubiti kehangatan suasana
Mengapa…mengapa…
Mengapa ya Tuhan
Hidup ini begitu terasa janggal
Dengan tingkah lakunya
Air mata bercucuran
Membasahi pipi gembilmu
Kini kau telah kembali
Pada istana kemerdekaanmu
Dengan tangisan yang dibuatnya
Tanpa kau sadari


Ketegaran

Hari demi hari ku menanti
Penantian yang begitu dalam
Suara hati ini tak sabar lagi
Ingin segera melihatnya
Detak handphone menggema
Seakan akan mencakar pikiran
Rasanya tak karuan
Kini tiba saatnya tahu
Dan sebuah hasil
Ternyata tak sesuai dengan harapan
Mata tenggelam dalam tangisan
Hati terasa tertusuk panah
Begitu kejam menerimanya
Akan tetapi…
Sebuah kata mencegah diriku
Tuk berenang dalam kesedihan
Oh Tuhan…
Apa yang harus aku lakukan?
Hati kecilku menjawab
Tetaplah bersemangat



3 POIN PALING AMPUH PENDIDIK MENJADIKAN SISWA MENYUKAI MATEMATIKA



Kontributor : Ari Septiani
Kelas             : 3 TMA
IAIN PURWOKERTO 

3 POIN PALING AMPUH PENDIDIK MENJADIKAN SISWA MENYUKAI MATEMATIKA
Tidak dapat dipungkiri bahwa matematika adalah salah satu pelajaran yang melelahkan dan menguras tenaga dan pikiran sekaligus. Pada dasarnya matematika bisa melatih kelincahan dan kecepatan berpikir anak. Namun, banyak siswa yang mengatakan bahwa belajar matematika itu susah, pusing, dan membosankan. Ada 2 objek yang bisa dikatakan sebagai pendidik, yaitu: 

1.     Orang tua
Sejak kecil kita dididik oleh orang tuanya masing-masing. Nah mulai dari orang tualah kita mendapatkan pendidikan. Biasakan waktu kecil anak dikenalkan dengan angka-angka dan diajari menghitung. Sehingga ketika  anak tumbuh besar, anak sudah tidak asing dan bosan ketika melihat hal-hal yang berkaitan dengan angka. Justru anak itu malah semangat untuk mempelajari angka-angka tersebut. Sudahkah anda sebagai orang tua menerapkan hal tersebut kepada anak anda?

2.    Guru
Guru adalah alat pendidik yang kedua setelah orang tua. Jadikanlah matematika sebagai teman curhat bagi siswa, dengan 3  poin di bawah ini:
a.    Dengan bermain
Jangan jadikan matematika sebagai hal yang membuat stress dan menegangkan bagi siswa. Tapi jadikanlah matematika sebagai hal yang mengasyikkan bagi siswa. Salah satunya yaitu pendidik mengajarinya dengan metode bermain. Misalnya siswa dalam kelas tersebut dibuat berkelompok. Kemudian guru memberikan beberapa soal, dan siswa menjawabnya dengan cara berkelompok. Tekniknya seperti bermain games, antar kelompok menjawabnya dengan cara cepat-cepatan dan mengerjakan soal tersebut di papan tulis. Apabila yang paling cepat dan menjawab soal dengan benar , maka akan mendapat skor tertinggi dan dialah pemenangnya. Begitupun sebaliknya kelompok yang menjawab sedikit dan masih salah, maka akan mendapat skor terendah dan dialah yang kalah. Dan kalau bisa setiap pertemuan guru memberikan tugas kepada siswanya tetapi jangan banyak-banyak. Oleh karena itu, teknik bermain menjadikan siswa tidak mengantuk dalam pembelajaran berlangsung dan tentunya akan menggugah minat siswa untuk rajin belajar  matematika dan berlomba-lomba supaya hari selanjutnya dialah yang menjadi pemenangnya. Selain itu, teknik  tersebut tentu akan membantu kecepatan dan kelincahan siswa dalam berpikir.

b.   Dengan  menggunakan alat peraga dalam proses pembelajaran berlangsung
Misalnya dalam bab bangun datar dan bangun ruang  lebih menekankan pada penggunakan gambar-gambar. Jika guru hanya menerangkannya lewat menggambar di papan tulis, belum tentu siswa tersebut akan langsung mengerti dan menangkap pembelajaran tersebut. Beda dengan guru yang menerangkan dalam pembelajarannya menggunakan alat peraga. Meskipun setiap siswa kemampuannya bebeda-beda, ada yang cepat menangkap pembelajaran tersebut, dan ada juga yang butuh penjelasan berkali-kali baru mengerti. Maka dari itu, pembelajaran dengan menggunakan alat peraga sangat penting karena akan lebih memudahkan siswa untuk menyerap materi tersebut dan menyimpannya dalam memori atau pikiran mereka.

c.    Kesabaran seorang guru dalam proses mengajar
Dalam proses pembelajaran matematika, kesabaran guru sangat diperlukan karena itu akan mempengaruhi hasil belajar siswa. Sebagai seorang guru harus telaten mengajari siswanya. Guru mengajari siswanya dengan pelan-pelan dan memotivasinya supaya lebih rajin dalam belajarnya. Dan kalau siswa tersebut belum bisa jangan dimarahi karena hal itu akan membuat siswa jadi tegang bahkan takut untuk mencoba dan takut salah. Oleh karena itu jadi seorang pendidik harus ikhlas, siap mental, siap tenaga dan pikiran. Bukan hanya itu, tapi sebagai seorang pendidik harus bisa memberikan contoh yang baik untuk siswanya dan tentunya memotivasi siswa untuk rajin belajar. Misalnya dalam mengerjakan soal siswa tersebut mengerjakan soal dengan benar, maka guru harus memberikan penghargaan kepada siswa tersebut misalnya diberi senyuman, acungan dua jempul, dan lainnya. Jangan cuek saja, karena hal tersebut akan dianggap biasa saja dan matematika adalah hal yang membosankan.
Sudahkah anda sebagai seorang guru memenuhi 3 kriteria tersebut di atas? Jika belum, mari kita coba dengan membuka lembaran baru dan menjadi seorang pendidik yang mengasyikkan bagi siswanya terutama dalam bidang matematika. Supaya matematika tidak menjadi sebuah mata pelajaran yang sulit dan membosankan lagi bagi para siswa serta menjadikan matematika itu sebuah hal yang mengasyikkan dan vavorit dan sekaligus sebagai sebuah tantangan yang harus dihadapinya.