Kontributor : Ari Septiani
Kelas : 3 TMA
IAIN PURWOKERTO
3 POIN PALING
AMPUH PENDIDIK MENJADIKAN SISWA MENYUKAI MATEMATIKA
Tidak
dapat dipungkiri bahwa matematika adalah salah satu pelajaran yang melelahkan
dan menguras tenaga dan pikiran sekaligus. Pada dasarnya matematika bisa
melatih kelincahan dan kecepatan berpikir anak. Namun, banyak siswa yang
mengatakan bahwa belajar matematika itu susah, pusing, dan membosankan. Ada 2
objek yang bisa dikatakan sebagai pendidik, yaitu:
1.
Orang tua
Sejak
kecil kita dididik oleh orang tuanya masing-masing. Nah mulai dari orang tualah
kita mendapatkan pendidikan. Biasakan waktu kecil anak dikenalkan dengan
angka-angka dan diajari menghitung. Sehingga ketika anak tumbuh besar, anak sudah tidak asing dan
bosan ketika melihat hal-hal yang berkaitan dengan angka. Justru anak itu malah
semangat untuk mempelajari angka-angka tersebut. Sudahkah anda sebagai orang
tua menerapkan hal tersebut kepada anak anda?
2.
Guru
Guru
adalah alat pendidik yang kedua setelah orang tua. Jadikanlah matematika
sebagai teman curhat bagi siswa, dengan 3 poin
di bawah ini:
a.
Dengan bermain
Jangan
jadikan matematika sebagai hal yang membuat stress dan menegangkan bagi siswa.
Tapi jadikanlah matematika sebagai hal yang mengasyikkan bagi siswa. Salah
satunya yaitu pendidik mengajarinya dengan metode bermain. Misalnya siswa dalam
kelas tersebut dibuat berkelompok. Kemudian guru memberikan beberapa soal, dan
siswa menjawabnya dengan cara berkelompok. Tekniknya seperti bermain games, antar
kelompok menjawabnya dengan cara cepat-cepatan dan mengerjakan soal tersebut di
papan tulis. Apabila yang paling cepat dan menjawab soal dengan benar , maka
akan mendapat skor tertinggi dan dialah pemenangnya. Begitupun sebaliknya
kelompok yang menjawab sedikit dan masih salah, maka akan mendapat skor
terendah dan dialah yang kalah. Dan kalau bisa setiap pertemuan guru memberikan
tugas kepada siswanya tetapi jangan banyak-banyak. Oleh karena itu, teknik
bermain menjadikan siswa tidak mengantuk dalam pembelajaran berlangsung dan
tentunya akan menggugah minat siswa untuk rajin belajar matematika dan berlomba-lomba supaya hari
selanjutnya dialah yang menjadi pemenangnya. Selain itu, teknik tersebut tentu akan membantu kecepatan dan
kelincahan siswa dalam berpikir.
b.
Dengan
menggunakan alat peraga dalam proses pembelajaran berlangsung
Misalnya
dalam bab bangun datar dan bangun ruang lebih menekankan pada penggunakan
gambar-gambar. Jika guru hanya menerangkannya lewat menggambar di papan tulis, belum
tentu siswa tersebut akan langsung mengerti dan menangkap pembelajaran tersebut.
Beda dengan guru yang menerangkan dalam pembelajarannya menggunakan alat
peraga. Meskipun setiap siswa kemampuannya bebeda-beda, ada yang cepat
menangkap pembelajaran tersebut, dan ada juga yang butuh penjelasan
berkali-kali baru mengerti. Maka dari itu, pembelajaran dengan menggunakan alat
peraga sangat penting karena akan lebih memudahkan siswa untuk menyerap materi
tersebut dan menyimpannya dalam memori atau pikiran mereka.
c.
Kesabaran seorang guru dalam proses mengajar
Dalam proses
pembelajaran matematika, kesabaran guru sangat diperlukan karena itu akan
mempengaruhi hasil belajar siswa. Sebagai seorang guru harus telaten mengajari
siswanya. Guru mengajari siswanya dengan pelan-pelan dan memotivasinya supaya
lebih rajin dalam belajarnya. Dan kalau siswa tersebut belum bisa jangan
dimarahi karena hal itu akan membuat siswa jadi tegang bahkan takut untuk
mencoba dan takut salah. Oleh karena itu jadi seorang pendidik harus ikhlas,
siap mental, siap tenaga dan pikiran. Bukan hanya itu, tapi sebagai seorang
pendidik harus bisa memberikan contoh yang baik untuk siswanya dan tentunya
memotivasi siswa untuk rajin belajar. Misalnya dalam mengerjakan soal siswa
tersebut mengerjakan soal dengan benar, maka guru harus memberikan penghargaan
kepada siswa tersebut misalnya diberi senyuman, acungan dua jempul, dan
lainnya. Jangan cuek saja, karena hal tersebut akan dianggap biasa saja dan
matematika adalah hal yang membosankan.
Sudahkah
anda sebagai seorang guru memenuhi 3 kriteria tersebut di atas? Jika belum, mari
kita coba dengan membuka lembaran baru dan menjadi seorang pendidik yang
mengasyikkan bagi siswanya terutama dalam bidang matematika. Supaya matematika
tidak menjadi sebuah mata pelajaran yang sulit dan membosankan lagi bagi para
siswa serta menjadikan matematika itu sebuah hal yang mengasyikkan dan vavorit
dan sekaligus sebagai sebuah tantangan yang harus dihadapinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar