Minggu, 30 Juli 2017

3 POIN PALING AMPUH PENDIDIK MENJADIKAN SISWA MENYUKAI MATEMATIKA



Kontributor : Ari Septiani
Kelas             : 3 TMA
IAIN PURWOKERTO 

3 POIN PALING AMPUH PENDIDIK MENJADIKAN SISWA MENYUKAI MATEMATIKA
Tidak dapat dipungkiri bahwa matematika adalah salah satu pelajaran yang melelahkan dan menguras tenaga dan pikiran sekaligus. Pada dasarnya matematika bisa melatih kelincahan dan kecepatan berpikir anak. Namun, banyak siswa yang mengatakan bahwa belajar matematika itu susah, pusing, dan membosankan. Ada 2 objek yang bisa dikatakan sebagai pendidik, yaitu: 

1.     Orang tua
Sejak kecil kita dididik oleh orang tuanya masing-masing. Nah mulai dari orang tualah kita mendapatkan pendidikan. Biasakan waktu kecil anak dikenalkan dengan angka-angka dan diajari menghitung. Sehingga ketika  anak tumbuh besar, anak sudah tidak asing dan bosan ketika melihat hal-hal yang berkaitan dengan angka. Justru anak itu malah semangat untuk mempelajari angka-angka tersebut. Sudahkah anda sebagai orang tua menerapkan hal tersebut kepada anak anda?

2.    Guru
Guru adalah alat pendidik yang kedua setelah orang tua. Jadikanlah matematika sebagai teman curhat bagi siswa, dengan 3  poin di bawah ini:
a.    Dengan bermain
Jangan jadikan matematika sebagai hal yang membuat stress dan menegangkan bagi siswa. Tapi jadikanlah matematika sebagai hal yang mengasyikkan bagi siswa. Salah satunya yaitu pendidik mengajarinya dengan metode bermain. Misalnya siswa dalam kelas tersebut dibuat berkelompok. Kemudian guru memberikan beberapa soal, dan siswa menjawabnya dengan cara berkelompok. Tekniknya seperti bermain games, antar kelompok menjawabnya dengan cara cepat-cepatan dan mengerjakan soal tersebut di papan tulis. Apabila yang paling cepat dan menjawab soal dengan benar , maka akan mendapat skor tertinggi dan dialah pemenangnya. Begitupun sebaliknya kelompok yang menjawab sedikit dan masih salah, maka akan mendapat skor terendah dan dialah yang kalah. Dan kalau bisa setiap pertemuan guru memberikan tugas kepada siswanya tetapi jangan banyak-banyak. Oleh karena itu, teknik bermain menjadikan siswa tidak mengantuk dalam pembelajaran berlangsung dan tentunya akan menggugah minat siswa untuk rajin belajar  matematika dan berlomba-lomba supaya hari selanjutnya dialah yang menjadi pemenangnya. Selain itu, teknik  tersebut tentu akan membantu kecepatan dan kelincahan siswa dalam berpikir.

b.   Dengan  menggunakan alat peraga dalam proses pembelajaran berlangsung
Misalnya dalam bab bangun datar dan bangun ruang  lebih menekankan pada penggunakan gambar-gambar. Jika guru hanya menerangkannya lewat menggambar di papan tulis, belum tentu siswa tersebut akan langsung mengerti dan menangkap pembelajaran tersebut. Beda dengan guru yang menerangkan dalam pembelajarannya menggunakan alat peraga. Meskipun setiap siswa kemampuannya bebeda-beda, ada yang cepat menangkap pembelajaran tersebut, dan ada juga yang butuh penjelasan berkali-kali baru mengerti. Maka dari itu, pembelajaran dengan menggunakan alat peraga sangat penting karena akan lebih memudahkan siswa untuk menyerap materi tersebut dan menyimpannya dalam memori atau pikiran mereka.

c.    Kesabaran seorang guru dalam proses mengajar
Dalam proses pembelajaran matematika, kesabaran guru sangat diperlukan karena itu akan mempengaruhi hasil belajar siswa. Sebagai seorang guru harus telaten mengajari siswanya. Guru mengajari siswanya dengan pelan-pelan dan memotivasinya supaya lebih rajin dalam belajarnya. Dan kalau siswa tersebut belum bisa jangan dimarahi karena hal itu akan membuat siswa jadi tegang bahkan takut untuk mencoba dan takut salah. Oleh karena itu jadi seorang pendidik harus ikhlas, siap mental, siap tenaga dan pikiran. Bukan hanya itu, tapi sebagai seorang pendidik harus bisa memberikan contoh yang baik untuk siswanya dan tentunya memotivasi siswa untuk rajin belajar. Misalnya dalam mengerjakan soal siswa tersebut mengerjakan soal dengan benar, maka guru harus memberikan penghargaan kepada siswa tersebut misalnya diberi senyuman, acungan dua jempul, dan lainnya. Jangan cuek saja, karena hal tersebut akan dianggap biasa saja dan matematika adalah hal yang membosankan.
Sudahkah anda sebagai seorang guru memenuhi 3 kriteria tersebut di atas? Jika belum, mari kita coba dengan membuka lembaran baru dan menjadi seorang pendidik yang mengasyikkan bagi siswanya terutama dalam bidang matematika. Supaya matematika tidak menjadi sebuah mata pelajaran yang sulit dan membosankan lagi bagi para siswa serta menjadikan matematika itu sebuah hal yang mengasyikkan dan vavorit dan sekaligus sebagai sebuah tantangan yang harus dihadapinya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar